Buat lo yang nggak update berita, gue ceritain singkat aja. Jadi "brand" Kutus Kutus yang terkenal dengan minyak balur "ajaib"nya itu lagi kisruh. Kisruh tentang rebutan nama merek Kutus Kutus. Siapa yang rebutan? Ternyata yang rebutan adalah Pak Bambang Pranoto - orang yang dikenal sebagai peracik Kutus Kutus -- dengan anak sambungnya Fazlie.
Detail ceritanya nggak gue share. Lo bisa cari tau sendiri.
Kok, Bisa??
Jadi gini... Ternyata Kutus Kutus dimulai dari bisnis keluarga. Tapi emang yang dikenal sebagai peraciknya yaitu si Pak Bambang. Jadi katanya, racikan Kutus Kutus itu dibuat oleh Pak Bambang dengan bimbingan batin dari alam semesta. Jadi dia lagi sakit, terus dia coba campur herbal ini dan itu, jadilah sebuah minyak yang kemudian bisa menyembuhkan penyakitnya. Semacam ilmu laduni kali ya.. 😄
Nah, kemudian menurut minyak itu pun mulai dipasarkan. Ternyata responnya bagus. Alias jadi banyak orang yang beli. Dikenal lah minyak itu sebagai minyak Kutus Kutus. Dan cerita tentang bagaimana minyak itu dibuat juga jadi beredar dari mulut ke mulut. Dapet efek WOM (word of mouth) istilahnya... Tau sendiri, orang kita paling demen sama cerita mistikal.. penuh misteri begitu.
Bisnis terus berkembang. Jaringan reseller makin banyak, jadi lah Kutus Kutus sebesar seperti sekarang.
Ternyata kemudian karena konflik internal, pak Bambang dan anak sambungnya -- si Fazlie -- pecah kongsi. Jalan lah mereka masing-masing. Cuma sayangnya mereka nggak terbuka kalau ada pecah kongsi ini. Jadi sempet ada dua Kutus Kutus yang beredar. Yang Tambawaras Kutus Kutus, itu yang dipegang anaknya. Sedangkan Pak bambang buat dari PT Kutus Kutus Herbal.
Masalah yang muncul karena nggak terbuka
Sayang banget mereka nggak kasih pernyataan terbuka soal situasinya. Karena akhirnya, yang bingung jadi para pembeli. Soalnya ada dua Kutus Kutus yang beredar.
Akhirnya Kutus Kutus dari pihak pak Bambang pun sering mengingatkan masyarakat kalau ada produk palsu beredar. Mereka nggak bilang kalau Kutus Kutus Tambawaras palsu. Enggak. Tapi karena yang ngomong dari pihak Kutus Kutus Pak Bambang, sosok yang sudah kepalang dikenal masyarakat sebagai peracik Kutus Kutus, akhirnya pembeli jadi nurut pas Kutus Kutus pihak Pak Bambang ngajarin "ini loh, Kutus Kutus yang asli.."
Meskipun nggak pernah (setau gue nggak pernah) bilang Kutus Kutus Tamba waras itu palsu, tapi akhirnya apa? Ya, akhirnya banyak orang yang ngerasa produk Kutus Kutus Tamba waras itu palsu. Karena kata Pak Bambang Kutus Kutus yang asli bukan begicu...
Di sini mungkin, si Fazlie nggak terima. Dan entah apa yang terjadi, konflik makin panjang.
Akhirnya, si Kutus Kutus dari Pak Bambang rebranding namanya jadi Sanga Sanga.
Seru ya, ceritanya...
Tapi yang bikin gue herman alias heran, pas lihat berita seolah nama Kutus Kutus diperebutkan --dan seolah yang punya nama Itu si anak--setelah gue cek di dirjen haki, nggak ada tuh, yang punya merek Kutus Kutus.
Kaget kan, lo? Sama gue juga.
Lalu ke cek ke BPOM. Di BPOM kita bisa lihat informasi tentang nama produk yang terdaftar, dan nama merek yang mendaftarkan.
Nah, ternyata di BPOM itu, Kutus Kutus itu didaftarkan sebagai nama produk, dan informasi mereknya dikosongkan. Diberi tanda strip (-).
Jadi kalo lo lihat