Banyak yang masih menyamakan branding dengan marketing. Sebenernya, branding itu berpotensi menjadi disiplin ilmu terpisah seperti marketing yang "berpisah" dari ilmu ekonomi menjadi disiplin ilmu baru.
Makanya,di artikel sebelumnya gue kasih definisi branding yang bisa memisahkan dari marketing... yaitu branding sebagai usaha sebuah merek agar orang membeli karena mereknya atau brandnya. Jadi titik tekannya ada di alasan membeli.
Nah, tapi karena nggak semua orang bisa melihat keterpisahannya, maka masih banyak yang menyama-nyamakan perlakuan saat branding dan marketing di bagian yang harusnya dibedakan.
Salah satunya soal segmentasi market.
Jadi menurut gue, segmentasi market untuk marketing dan branding itu berbeda.
Sebelum bahas perbedaannya, gue mau mastiin dulu lo tau segmentasi market itu apa.
Sederhananya, segmentasi market adalah proses mengelompokkan market ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel seperti demografis, behaviour, psikografis atau mungkin berdasarkan variable lainnya.
Nah, sekarang kita ke tujuan segmentasi market.
Secara umum, segmentasi market bertujuan agar kita bisa mendapatkan insight atau wawasan market untuk kegiatan.....
.... nah! ini kita harus bagi.
Kegiatan marketing dan kegiatan branding.
Kalo digabung, yakin deh, nanti lo pasti keblinger di perjalanan. Gue sering nemuin orang keblinger karena masalah ini soalnya.
Untuk Marketing
Kita bahas yang untuk marketing dulu deh, ya. Karena ini udah ada di buku akademis. Cuma gue jelasin lagi.
Saat kita mau memasarkan produk alias marketing, kita disarankan untuk melakukan segmentasi market terlebih dahulu. Setelah tau kelompok market atau segmen market apa saja yang kita anggap potensial, maka kita lakukan targeting. Kita bisa pilih 5 pola targeting. Gue nggak jelasin detail, tapi singkatnya gini... Misal lo ngelihat segmen market potensial lo ada di kelompok ibu-ibu, anak-anak, dan bapak-bapak, misalnya... nah, lo ukur sumberdaya yang lo punya dulu. Kira-kira lo mau sasar ibu-ibu aja, tapi lo sediakan aneka produk yang si ibu-ibu itu butuhkan. Atau satu produk lo ini mau lo pasarkan ke ibu-ibu, anak-aak dan bapak-bapak? Atau jangan-jangan semua aneka kebutuhan untuk market ibu-ibu, anak-anak dan bapak-bapak mau lo sediakan semua? Ini contoh 3 dari 5 pola targeting.
Setelah lo tentukan, maka lo buat positioningnya. Proses ini lah yang dikenal sebagai STP, segmentasi, targeting, positioning.
Paham ya? Nah.. itu lah segmentasi market untuk marketing. Lihat deh, fokusnya ada di pemasaran produk. Dengan mekanisme seperti ini aja, kemungkinan lo udah bisa memasarkan produknya dengan lancar. Karena begini aja udah lancar, biasanya lo nggak kepikiran untuk mikirin gimana supaya pembeli membeli karena brandnya. Iya. Lo nggak kepikiran soal branding.
Karena segmentasi market untuk branding, beda lagi. Soalnya kegiatannya agak beda objektif.
Iya, sih, branding tujuannya supaya orang beli juga. Tapi branding menekankan alasan belinya karena brand.
Supaya beli karena brand, maka secara umum yang dipikirkan adalah identitas brandnya. Ini jadi objektif segmentasi market untuk branding.
Nah, sampai di sini, kalo lo nggak melakukan branding secara sadar. Bisa jadi lo malah ngambil identitas brand lo dari segmentasi market yang untuk marketing.
Masalahnya nanti baru berasa, pas lo mau memperluas market lo tapi identitas brand lo kepalang kekunci di segmen market itu.
Justru malah.... segmentasi market untuk branding hadir supaya brand lo tetap kuat meskipun lo ganti-ganti segmen market.
Iya, bisa gitu.
Untuk branding
Karena identitas brand yang mau kita bentuk dari segmentasi market untuk branding, kriterianya adalah identitas yang kita cari bisa terus ada dalam kurun waktu yang lama karena memiliki esensi atau brand essence dan bisa menaungi aneka segmen market. Jadi pun, ada yang diubah untuk menyesuaikan kondisi market, tapi esensinya tetap sama.
Mirip lah seperti agama. Banyak agama masih bertahan meskipun penganutnya dari zaman ke zaman, karena dia memiliki esensi yang bisa dipertahankan dan disesuaikan. Agama bisa menaungi aneka jenis manusia.
Nah, ini yang membuat semakin rumit bagi sebagian orang. Makanya gue buat pembagiannya jadi identitas nilai, dan identitas cangkang.
Iya. Ini gue yang buat supaya lo gampang paham. Jadi kalo untuk branding agar bisa dapet t